Pele, Sang Raja Sepak Bola

Image by (www.transfermarkt.co.id)


Pelé tumbuh dalam keluarga miskin. Ayahnya, João Ramos do Nascimento, yang dikenal sebagai Dondinho, juga seorang pemain sepak bola yang kariernya terhambat cedera. 

Sejak usia dini, Pelé sudah menunjukkan ketertarikan dan bakat alami terhadap sepak bola. Dengan keterbatasan ekonomi, ia seringkali bermain tanpa alas kaki dengan bola yang terbuat dari gulungan kaus kaki yang diisi kertas atau kain perca.

Bakatnya pertama kali tercium oleh Waldemar de Brito, seorang mantan pemain tim nasional Brasil. De Brito melihat potensi luar biasa dalam diri Pelé muda saat ia bermain untuk klub amatir lokal. 

Pada usia 15 tahun, di bawah bimbingan de Brito, Pelé dibawa untuk menjalani uji coba di Santos FC, salah satu klub besar di Brasil. 

De Brito dengan percaya diri mengatakan kepada para direktur Santos bahwa Pelé akan menjadi "pemain sepak bola terhebat di dunia." Prediksi yang kelak terbukti benar.

Pelé melakukan debut profesionalnya untuk Santos FC pada 7 September 1956, dalam usia belum genap 16 tahun, dan langsung mencetak gol. 

Kecepatannya, tekniknya yang memukau, kemampuan dribbling yang luar biasa, visi bermain yang tajam, serta kemampuannya mencetak gol dengan kedua kaki dan kepalanya dengan cepat menjadikannya sensasi.

Kurang dari setahun setelah debut profesionalnya, pada usia 16 tahun, Pelé dipanggil untuk memperkuat tim nasional Brasil. 

Dunia pun mulai mengenalnya di panggung Piala Dunia 1958 yang diselenggarakan di Swedia. Meskipun datang sebagai pemain muda, Pelé tampil eksplosif. 

Ia mencetak hat-trick di semifinal melawan Prancis dan dua gol spektakuler di final melawan tuan rumah Swedia, membawa Brasil meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya. 

Salah satu golnya di final, di mana ia mengontrol bola dengan dada, melewati seorang bek, dan melepaskan tendangan voli, hingga kini dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Dunia terperangah, seorang remaja telah menaklukkan panggung tertinggi sepak bola.

Kejayaan Pelé bersama timnas Brasil berlanjut. Meskipun ia mengalami cedera di awal turnamen Piala Dunia 1962 di Chili, Brasil berhasil mempertahankan gelarnya, dengan kontribusi penting Pelé di babak penyisihan grup sebelum cedera. 

Puncak karier internasionalnya datang di Piala Dunia 1970 di Meksiko. Tim Brasil saat itu dianggap sebagai salah satu tim nasional terhebat sepanjang masa, dan Pelé, yang kini lebih matang dan berpengalaman, menjadi dirigen serangan mereka. 

Ia mencetak gol pembuka di final melawan Italia dan memberikan assist brilian untuk gol Carlos Alberto yang legendaris, mengantarkan Brasil meraih trofi Jules Rimet untuk ketiga kalinya. Kemenangan ini mengukuhkan status Pelé sebagai "O Rei" atau "Sang Raja" sepak bola.

Selama kariernya bersama Santos FC (1956-1974), Pelé membawa klub tersebut meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk enam gelar juara liga Brasil (Campeonato Brasileiro Série A), dua gelar Copa Libertadores (kompetisi antarklub tertinggi di Amerika Selatan), dan dua Piala Interkontinental (mempertemukan juara Eropa dan Amerika Selatan). 

Ia mencetak lebih dari 1000 gol dalam kariernya, sebuah pencapaian yang luar biasa dan menjadi perdebatan hingga kini mengenai jumlah pastinya, namun kehebatannya dalam menjebol gawang lawan tak terbantahkan.

Setelah pensiun dari Santos dan tim nasional Brasil, Pelé sempat kembali bermain pada tahun 1975 untuk New York Cosmos di North American Soccer League (NASL). 

Kedatangannya di Amerika Serikat bukan hanya sekadar transfer pemain, melainkan sebuah misi untuk mempopulerkan sepak bola di negara yang saat itu belum terlalu menggemari olahraga ini.

Kehadiran Pelé di NASL berhasil menarik perhatian besar dan meningkatkan popularitas sepak bola secara signifikan di AS. 

Ia bermain bersama legenda lain seperti Franz Beckenbauer dan Carlos Alberto. Pada tahun 1977, ia memimpin Cosmos meraih gelar juara NASL sebelum akhirnya benar-benar gantung sepatu setelah pertandingan persahabatan antara Cosmos dan Santos, di mana ia bermain satu babak untuk masing-masing tim.

Posting Komentar

0 Komentar